Devinisi Dan Jenis-Jenis pengetahuan
A. Devinisi Ilmu
Pengetahuan bisa
didefinisikan atau diberibatasan sebagaimana berikut ini :
1. sesuatu yang ada atau
dianggap ada
2. sesuatu hasil
persesuaian subjek dengan objek
3. hasil kodrat manusia
ingin tahu
4. hasil persesuaian
antara induksi dengan deduksi
Menurut “ensiklopedia
Indonesia” ilmu pengetahuan adalah
suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang
masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaaan-pemeriksaan yang dilakukan
secara teliti dengan menggunakan metode-metode tertentu. Ilmu pengetahuan
prinsipnya merupakan usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematiskan common
sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam
kehidupan sehari-hari, namun dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat
dan teliti dengan menggunakan berbagai metode.[1]
Ilmu pengetahuan diambil
dari kata bahasa inggris science , yang berasal dari bahasa latin scientia dari
bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari, mengetahui. Ilmu pengetahuan adalah suatu proses
pemikiran dan analisis yang rasional, sistematik, logis, dan konsisten.
Selain definisi yang ada diatas, dalam kitab klasik
ilmu logika, Pengetahuan itu didefinisikan sebagai suatu gambaran objek-objek
eksternal yang hadir dalam pikiran manusia . Definisi ini juga disepakati oleh
sebelas orang filosof dan ilmuwan Rusia.
Dalam redaksional lain juga dibahasakan Maksud dari
pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang hadir dan terwujud dalam jiwa dan
pikiran seseorang dikarenakan adanya reaksi, persentuhan, dan hubungan dengan
lingkungan dan alam sekitarnya . Pengetahuan ini meliputi emosi, tradisi,
keterampilan, informasi, akidah, dan pikiran-pikiran. Dalam komunikasi
keseharian, kita sering menggunakan kalimat seperti, “Saya terampil
mengoperasikan mesin ini”, “Saya sudah terbiasa menyelesaikan masalah itu”,
“Saya menginformasikan kejadian itu”, “Saya meyakini bahwa masyarakat pasti
mempercayai Tuhan”, “Saya tidak emosi menghadapi orang itu”, dan “Saya
mempunyai pikiran-pikiran baru dalam solusi persoalan itu”.
Ketika mengamati atau menilai suatu perkara, kita
biasanya menggunakan kalimat-kalimat seperti, saya mengetahuinya, saya
memahaminya, saya mengenal, meyakini dan mempercayainya. Berdasarkan realitas
ini, bisa dikatakan bahwa pengetahuan itu memiliki derajat dan tingkatan.
Disamping itu, bisa jadi hal tersebut bagi seseorang adalah pengetahuan,
sementara bagi yang lainnya merupakan bukan pengetahuan. Terkadang seseorang
mengakui bahwa sesuatu itu diketahuinya dan mengenal keadaannya dengan baik,
namun, pada hakikatnya, ia salah memahaminya dan ketika ia berhadapan dengan
seseorang yang sungguh-sungguh mengetahui realitas tersebut, barulah ia
menyadari bahwa ia benar-benar tidak memahami permasalahan tersebut sebagaimana
adanya.
Selain versi diatas masih ada jawaban dari
pertanyaan Apa yang dimaksud dengan pengetahuan ? Pengetahuan adalah suatu
keadaan yang hadir dikarenakan persentuhan kita dengan suatu perkara. Keluasan
dan kedalaman kehadiran kondisi-kondisi ini dalam pikiran dan jiwa kita sangat
bergantung pada sejauh mana reaksi, pertemuan, persentuhan, dan hubungan kita
dengan objek-objek eksternal. Walhasil, makrifat dan pengetahuan ialah suatu
keyakinan yang kita miliki yang hadir dalam syarat-syarat tertentu dan terwujud
karena terbentuknya hubungan-hubungan khusus antara subjek (yang mengetahui)
dan objek (yang diketahui) dimana hubungan ini sama sekali kita tidak ragukan.
John Dewey menyamakan antara hakikat itu sendiri dan pengetahuan dan
beranggapan bahwa pengetahuan itu merupakan hasil dan capaian dari suatu
penelitian dan observasi. Menurutnya, pengetahuan seseorang terbentuk dari
hubungan dan jalinan ia dengan realitas-realitas yang tetap dan yang senantiasa
berubah.
B. Jenis-Jenis pengetahuan
Pada umumnya pengetahuan
dibagi menjadi beberapa jenis diantara nya :
1.
Pengetahuan langsung (immediate);
Pengetahuan immediate
adalah pengetahuan langsung yang hadir dalam jiwa tanpa melalui proses
penafsiran dan pikiran. Kaum realis (penganut paham Realisme) mendefinisikan
pengetahuan seperti itu. Umumnya dibayangkan bahwa kita mengetahui sesuatu itu
sebagaimana adanya, khususnya perasaan ini berkaitan dengan realitas-realitas
yang telah dikenal sebelumnya seperti pengetahuan tentang pohon, rumah,
binatang, dan beberapa individu manusia. Namun, apakah perasaan ini juga
berlaku pada realitas-realitas yang sama sekali belum pernah dikenal dimana
untuk sekali meilhat kita langsung mengenalnya sebagaimana hakikatnya?. Apabila
kita sedikit mencermatinya, maka akan nampak dengan jelas bahwa hal itu
tidaklah demikian adanya
2.
Pengetahuan tak langsung (mediated);
Pengetahuan mediated
adalah hasil dari pengaruh interpretasi dan proses berpikir serta
pengalaman-pengalaman yang lalu. Apa yang kita ketahui dari benda-benda
eksternal banyak berhubungan dengan penafsiran dan pencerapan pikiran kita.
3.
Pengetahuan indrawi (perceptual);
Pengetahuan indrawi adalah
sesuatu yang dicapai dan diraih melalui indra-indra lahiriah. Sebagai contoh,
kita menyaksikan satu pohon, batu, atau kursi, dan objek-objek ini yang masuk
ke alam pikiran melalui indra penglihatan akan membentuk pengetahuan kita.
Tanpa diragukan bahwa hubungan kita dengan alam eksternal melalui media
indra-indra lahiriah ini, akan tetapi pikiran kita tidak seperti klise foto
dimana gambar-gambar dari apa yang diketahui lewat indra-indra tersimpan
didalamnya. Pada pengetahuan indrawi terdapat beberapa faktor yang berpengaruh,
seperti adanya cahaya yang menerangi objek-objek eksternal, sehatnya
anggota-angota indra badan (seperti mata, telinga, dan lain-lain), dan pikiran
yang mengubah benda-benda partikular menjadi konsepsi universal, serta
faktor-faktor sosial (seperti adad istiadad). Dengan faktor-faktor tersebut
tidak bisa dikatakan bahwa pengetahuan indrawi hanya akan dihasilkan melalui
indra-indra lahiriah.
4.
Pengetahuan konseptual (conceptual);
Pengetahuan konseptual
juga tidak terpisah dari pengetahuan indrawi. Pikiran manusia secara langsung
tidak dapat membentuk suatu konsepsi-konsepsi tentang objek-objek dan
perkara-perkara eksternal tanpa berhubungan dengan alam eksternal. Alam luar
dan konsepsi saling berpengaruh satu dengan lainnya dan pemisahan di antara
keduanya merupakan aktivitas pikiran
5.
Pengetahuan partikular (particular);
Pengetahuan partikular
berkaitan dengan satu individu, objek-objek tertentu, atau realitas-realitas
khusus. Misalnya ketika kita membicarakan satu kitab atau individu tertentu,
maka hal ini berhubungan dengan pengetahuan partikular itu sendiri.
6.
Pengetahuan universal (universal).
Pengetahuan universal mencakup individu-individu yang
berbeda. Sebagai contoh, ketika kita membincangkan tentang manusia dimana
meliputi seluruh individu (seperti Muhammad, Ali, hasan, husain, dan …),
ilmuwan yang mencakup segala individunya (seperti ilmuwan fisika, kimia, atom,
dan lain sebagainya), atau hewan yang meliputi semua indvidunya (seperti gajah,
semut, kerbau, kambing, kelinci, burung, dan yang lainnya).
Jenis-jenis pengetahuan ditinjau dari sudut
bagaimana pengetahuan itudiperoleh, bukan pada bahasan value atau nilai dari
pengetahuan tersebut antaralain:
1.
Pengetahuan biasa (common sense)
Pengetahuan yang digunakanterutama untuk kehidupan
sehari-hari, tanpa mengetahui seluk beluk yangsedalam-dalamnya dan
seluas-luasnya. Seorang yang dulunya belum tahutentang cara belajar sesuatu hal
dan setelah melalui suatu proses seseorang tahutentang sesuatu hal tersebut,
maka orang tersebut disebut memiliki pengetahuan biasa. Dalam bahasa lain
disebut sebagai pengetahuan yang dimiliki dengankadar sekedar tahu. Memenuhi
faktor ketidaktahuannya.
2.
Pengetahuan ilmiah atau Ilmu pengetahuan
Pengetahuan ilmiah atau Ilmu, pengetahuan yang diperoleh
dengan carakhusus, bukan hanya untuk digunakan saja tetapi ingin mengetahui
lebih dalamdan luas mengetahui kebenarannya, tetapi masih berkisar pada
pengalaman. Pengetahuan Ilmiah atau Ilmu (Science) pada dasarnya merupakan
usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan common sense, suatu
pengetahuan sehari-hari yang dilanjutkan dengan suatu pemikiran cermat dan
seksamadengan menggunakan berbagai metode. Dari pengetahuan tentang misal hewan
komodo yang sekedar tahu, kemudian menggunakan beberapa langkah dan metode yang
jelas untuk mengetahui lebih dari sekedar tahu, dan dilakukansecara sistematis
maka orang yang mengetahui dan memahami secaramendalam tentang hewan komodo
tersebut dan disebut sebagai pengetahuanilmiah tentang hewan komodo. Dalam
batasan ini, seseorang yang memiliki pengetahuan ilmiah atau ilmu pengetahuan,
maka semua proses yang di lewatinya jika dilakukan oleh orang lain akan
memiliki pengetahuan yang sama dengan yang dimilikinya.
3.
Pengetahuan filsafat Pengetahuan filsafat, pengetahuan
yang tidak mengenal batas, sehinggayang dicari adalah sebab-sebab yang paling
dalam dan hakiki sampai diluar dandiatas pengalaman biasa. Pengetahuan Filsafat
biasanya berkenaan denganhakikat sesuatu (transenden) sehingga kadang
perbincangannya seputar hal-halyang abstrak terhadap banguan sebuah
pengetahuan. Objek pembahasannyaselalu mengedepanan aspek ontologi,
epistimologi dan aksionlogi. Pembahasantentang Pengetahuan Filsafat akan di
uraikan pada postingan tentang HakikatFilsafat.
4.
Pengetahuan agamaPengetahuan agama, suatu pengetahuan
yang hanya diperoleh dariTuhan lewat para Nabi dan Rosul-Nya yang bersifat
mutlak dan wajib diikuti para pemeluknya. Dengan menjadikan ajaran agama
sebagai tolak ukur kebenaran, maka pengetahuan agama sangat sarat dengan nilai
baik dan buruk, benar dan salah. Sepanjang pengetahuan itu tidak bertentangan
dengan ajaranyang tertuang dalam kitab yang diperpegangi, maka pengetahuan itu
dianggap benar
Dalam filsafat Islam,
pengetahuan itu hanya dibagi dua, yakni ilmu hudhuri dan hushuli. Dengan
berdasarkan pada pembagian pengetahuan di atas, apabila kita ingin menyingkronkan
pembagian pengetahuan menurut filsafat Islam, maka pengetahuan langsung
(immediate) tersebut sama halnya dengan pengetahuan hudhuri dan pengetahuan tak
langsung (mediated), pengetahuan indrawi, pengetahuan konseptual, pengetahuan
partikular, pengetahuan universal tersebut dikategorikan sebagai pengetahuan
hushul
Klasifikasi Ilmu yang lain
dikemukakan oleh Ibnu Khaldun yang membagi kelompok ilmu ke dalam dua kelompok
yaitu :
1.
Ilmu yang merupakan suatu yang alami pada manusia, yang
ia bisa menemukannya karena kegiatan berpikir.
2.
Ilmu yang bersifat tradisional (naqli).
Dalam penjelasan
selanjutnya Ibnu Khaldun menyatakan :
Kelompok pertama itu
adalah ilmu-ilmu hikmah dan falsafah. Yaituilmu pengetahuan yang bisa
diperdapat manusia karena alam berpikirnya, yang dengan indra—indra
kemanusiaannya ia dapat sampai kepada objek-objeknya, persoalannya, segi-segi
demonstrasinya dan aspek-aspek pengajarannya, sehingga penelitian dan
penyelidikannya itu menyampaikan kepada mana yang benar dan yang salah, sesuai
dengan kedudukannya sebagai manusia berpikir. Kedua, ilmu-ilmu tradisional
(naqli dan wadl’i. Ilmu itu secara keseluruhannya disandarkan kepada berita
dari pembuat konvensi syara.
Dengan demikian bila
melihat pengertian ilmu untuk kelompok pertama nampaknya mencakup ilmu-ilmu
dalam spektrum luas sepanjang hal itu diperoleh melalui kegiatan berpikir.
Adapun untuk kelompok ilmu yang kedua Ibnu Khaldun merujuk pada ilmu yang
sumber keseluruhannya ialah ajaran-ajaran syariat dari al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
Ulama lain yang membuat
klasifikasi Ilmu adalah Syah Waliyullah, beliau adalah ulama kelahiran India
tahun 1703 M. Menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi ke dalam tiga kelompok
menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1). al-Manqulat,
2). al-Ma’qulat, dan 3). Al-Maksyufat. Adapun pengertiannya adalah sebagai
berikut :
1.
Al manqulat adalah semua Ilmu-ilmu Agama yang disimpulkan
dari atau mengacu kepada tafsir, ushul al tafsir, hadis dan al hadis.
2.
Al ma’qulat adalah semua ilmu dimana akal pikiran
memegang peranan penting.
3.
Al maksyufat adalah ilmu yang diterima langsung dari
sumber Ilahi tanpa keterlibatan indra, maupun pikiran spekulatif
Selain itu, Syah
Waliyullah juga membagi ilmu pengetahuan ke dalam dua kelompok yaitu :
1.
Ilmu al husuli, yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat
indrawi, empiris, konseptual, formatif aposteriori dan
2.
Ilmu al huduri, yaitu ilmu pengetahuan yang suci dan
abstrak yang muncul dari esensi jiwa yang rasional akibat adanya kontak
langsung dengan realitas ilahi .
0 Comments
nama :