C. Perkembangan Keagamaan dan Peradaban
Sebagaimana telah diuraikan di atas, pada term penyebaran Islam di Asia Tenggara yang tidak terlepas dari kaum pedagang Muslim. Hingga kontrol ekonomi pun di monopoli oleh mereka. Disamping itu pengaruh ajaran Islam sendiripun telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan Masyarakat Asia Tenggara. Islam mentransformasikan budaya masyarakat yang telah di-Islamkan di kawasan ini, secara bertahap. Islam dan etos yang lahir darinya muncul sebagai dasar kebudayaan.
Namun dari masyarakat yang telah di-Islamkan
dengan sedikit muatan lokal. Islamisasi dari kawasan Asia Tenggara ini membawa
persamaan di bidang pendidikan. Pendidikan tidak lagi menjadi hak istimewa kaum
bangsawan. Tradisi pendidikan Islam melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Setiap Muslim diharapkan mampu membaca al Qur’an dan memahami asas-asas Islam
secara rasional dan dan dengan belajar huruf Arab diperkenalkan dan digunakan
di seluruh wilayah dari Aceh hingga Mindanao. Bahasabahasa lokal diperluasnya
dengan kosa-kata dan gaya bahasa Arab. Bahasa Melayu secara khusus dipergunakan
sebagai bahasa sehari-hari di Asia Tenggara dan menjadi media pengajaran agama.
Bahasa Melayu juga punya peran yang penting bagi pemersatu seluruh wilayah itu.
Sejumlah karya bermutu di bidang teologi, hukum,
sastra dan sejarah, segera bermunculan. Banyak daerah di wilayah ini seperti
Pasai, Malaka dan Aceh juga Pattani muncul sebagai pusat pengajaran agama yang
menjadi daya tarik para pelajar dari sejumlah penjuru wilayah ini.
System pendidikan Islam kemudian segera di
rancang. Dalam banyak batas, Masjid atau Surau menjadi lembaga pusat
pengajaran. Namun beberapa lembaga seperti pesantren di Jawa dan pondok di
Semenanjung Melaya segera berdiri. Hubungan dengan pusat-pusat pendidikan di
Dunia Islam segera di bina. Tradisi pengajaran Paripatetis yang mendahului
kedatangan Islam di wilayah ini tetap berlangsung. Ibadah Haji ke Tanah Suci di
selenggarakan, dan ikatan emosional, spritual, psikologis, dan intelektual
dengan kaum Muslim Timur Tengah segera terjalin. Lebih dari itu arus imigrasi
masyarakat Arab ke wilayah ini semakin deras.
Di bawah bimbingan para ulama Arab dan dukungan
negara, wilayah ini melahirkan ulama-ulama pribumi yang segera mengambil
kepemimpinan lslam di wilayah ini. Semua perkembangan bisa dikatakan karena
lslam, kemudian melahirkan pandangan hidup kaum Muslim yang unik di wilayah
ini. Sambil tetap memberi penekanan pada keunggulan lslam, pandangan hdup ini
juga memungkinkan unsur-unsur local masuk dalam pemikiran para ulama pribumi.
Mengenai masalah identitas, internalisasi Islam, atau paling tidak aspek
luarnya, oleh pendudukan kepulauan membuat Islam muncul sebagai kesatuan yang
utuh dari jiwa dan identitas subyektif mereka. Namun fragmentasi politik yang
mewarnai wilayah ini, di sisi lain, juga melahirkan perasaan akan perbedaan
identitas politik diantara penduduk yang telah di Islamkan.
----------------------
UNTUK MEMBACA POIN – A DISINI
UNTUK MEMBACA POIN – B DISINI
UNTUK MEMBACA POIN – C DISINI

0 Comments
nama :